Mas Sehat | Blog Tentang Kesehatan | Mas Sehat ~ Blog Tentang Kesehatan | www.mas-sehat.com

Suasana Resor Tropis di Rumah Tinggal

Suasana alami, nyaman, sejuk dan mewah yang terasa saat berlibur di sebuah resor dapat memberikan inspirasi untuk membangun rumah tinggal bergaya modern bertaman tropis, seolah-olah kita bukan berada di tengah kota metropolitan.

Gagasan desain hunian seperti ini berawal dari keinginan pemilik untuk mewujudkan rumah tinggal dengan suasana seperti di rumah peristirahatan. Dengan kaveling seluas 1250 m2 dan berlokasi di kompleks perumahan elite di kawasan Jakarta Barat, pemilik juga ingin menikmati kenyamanan fasilitas dan tampilan hunian yang elegan sesuai dengan gaya hidup masa kini. Untuk mewujudkan hal tersebut, arsitek muda Handoko Gunawan merancang hunian bergaya modern kontemporer yang menyatu dengan lanskap bernuansa tropis sehingga begitu pemilik pulang ke rumahnya, mereka langsung merasakan perubahan lingkungan yang lebih tenang dan teduh. Area lanskap pada hunian ini dirancang oleh desainer Widjatmiko Heru dari Agla Pradipta Tama.

Sebagai langkah awal, arsitek berupaya mengoptimalkan potensi tapak yang berbentuk huruf L, berada di sudut dalam kompleks dan membuat bagian depan hunian menghadap ke arah barat. Arsitek meniru tata letak sebuah resor yang pernah dikunjunginya ke dalam pengolahan lahan hunian yaitu dengan membagi kaveling menjadi tiga zona berdasarkan herarki kegiatan dan orientasi terhadap matahari. Yang pertama adalah zona publik, terdiri dari pintu masuk utama, ruangan tamu dan ruangan serbaguna yang berada di bagian muka / barat lahan dan dapat terlihat dari arah luar. Kedua adalah zona privat, terdiri dari pantri, area makan pagi, kamar tidur, ruangan belajar dan home theater yang berada di bagian belakang lahan sehingga privasi penghuni tidak terganggu. Ketiga adalah zona semipublik, terdiri dari ruangan keluarga, ruangan makan formal, area servis dan teras belakang yang bersisian dengan kolam renang.

Pembagian tiga zona kegiatan ini diwujudkan dalam dua unit massa bangunan yang disusun menyerupai huruf T. Seperti halnya konsep sebuah resor, formasi bangunan ini dipadukan dengan area terbuka yang diolah berupa carport, selasar, taman dan kolam renang sehingga menegaskan kesan ruang dalam yang “merangkul” ruang luar. Konsep ini didukung oleh bentuk massa bangunan yang mengacu pada prinsip tropis tetapi “dikemas” dalam wujud yang lebih modern. Elemen bangunan tropis yang dominan adalah atap pelana, atap perisai dan pergola yang menaungi ruang dalam dan menghindari dari teriknya sinar matahari. Atap pada setiap unit bangunan sengaja dibuat dengan ketinggian yang berbeda sehingga menciptakan komposisi yang dinamis. Susunan ini mencapai klimaksnya pada atap ruang duduk lantai atas yang menerus ke belakang sampai membentuk portico di teras belakang.

Bentuk atap yang konvensional ini dikombinasikan dengan lubang-lubang kaca ukuran besar dan tanpa kusen yang dipasang di bawah atap sehingga memberi vista ke arah luar sedangkan pergolanya dibuat dari bilah-bilah kayu dan kaca sehingga tampil lebih kontemporer. Arsitek juga merancang jendela-jendela lebar agar memaksimalkan pandangan antarruang serta masuknya cahaya alami dan sirkulasi udara segar. Arsitek juga mengekspos keindahan tekstur, warna dan motif material alami yang serasi dengan suasana tropis. Pemakaian setiap jenis material disesuaikan juga dengan karakter setiap ruangan. Contohnya marmer jenis scottish brown dipakai di kamar mandi utama sedangkan jenis dark emperador dan serpegiante digunakan pada ruang-ruang utama untuk memberikan kesan mewah.

Lantai teras belakang di dekat kolam renang, pergola dan pintu pagar dibuat dari kayu merbau untuk menegaskan kesan alami. Bahan lantai dengan tekstur yang lebih kasar seperti nero absoluto dengan finishing flame dan batu andesit dipakai pada pintu masuk lobi dan tangga dalam agar tercipta suasana ruang luar di area tersebut. Dalam menata interior rumah, arsitek memilih furnitur bergaya modern klasik yang didominasi bentuk kotak-kotak geometris tetapi dikombinasikan dengan detail melengkung, permainan motif serta warna-warna cokelat monokromatik agar tampil elegan dan berkesan mewah. Sebagai contoh, arsitek merancang panel dekoratif yang dilapisi oleh veneer berserat eksotik seperti motif kayu anigre di ruangan keluarga. Selain itu, panel kayu berlapis veneer motif kayu eboni Makasar di kamar tidur dipadukan dengan padded wall berlapis kain sutra yang lembut.

Sesuai dengan konsep awalnya semua ruang-ruang dalam berorientasi ke arah luar melalui bukaan-bukaaan dan bidang transparan. Agar suasana tidak membosankan desainer lanskap berupaya membuat konsep yang berbeda untuk setiap view dari arah ruang dalam dan dari arah luar. Dengan demikian terbentuk konsep lansekap yang orientasi ruangnya ke segala arah.

Selanjutnya konsep resor diwujudkan dengan memadukan elemen soft material dan hard material secara harmonis. Dari elemen soft material dipilih tanaman-tanaman tropis yang memiliki beragam jenis dan beragam tekstur yang disesuaikan dengan formasi ruangan. Upaya ini tidak hanya memberi keteduhan tetapi juga memberi “sentuhan” dekoratif melalui permainan bentuk dan warna tanaman dan elemen hard material-nya.

Konsep taman depan lebih difokuskan untuk melengkapi fasada bangunan. Untuk mengimbangi tinggi bangunan ditempatkan beberapa palem sadeng yang proporsional dengan sosok bangunan sedangkan komposisi tanaman heterogen ditata lebih rendah dan bergradasi supaya lebih terasa menyatu. Tanaman bugenvil dan kembang sepatu yang mengisi bak tanaman di sepanjang pagar tumbuh menjuntai dengan warna bunganya yang bertonasi hangat. Hal ini mengurangi kesan masif tembok pagar. Pemandangan hijau dari taman depan ini juga dapat dinikmati dari arah ruang dalam baik pada area semi privat maupun pada area privat.

Taman dalam yang dijadikan untuk kolam renang menjadi pusat perhatian dan menjadi orientasi terhadap ruang-ruang dalamnya. Warna biru permukaan air kolam menjadi tampak kontras dengan warna hijau tanaman yang mengelilinginya. Benda seni dari batu paras putih dalam beberapa bentuk dan fungsi menambah indahnya suasana. Beberapa cerukan yang terbentuk mengikuti lekukan bangunan, diciptakan menjadi taman kering yang menyangga pandangan dari arah ruang dalam. Pada lokasi yang sangat teduh seperti pada innercourt di samping pantri dan ruang makan serta di seputar kamar mandi utama dirancang menjadi taman teduh (shade garden) dengan tanaman-tanaman yang tahan teduh dan material kerikil untuk penutupan lantai.

lebih lengkap:

http://griya-asri.com/article/arsitektur/suasana_resor_tropis_di_rumah_tinggal.deo


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi
Terima kasih telah membaca artikel tentang Suasana Resor Tropis di Rumah Tinggal di blog Bangun Renovasi Rumah Cheria jika anda ingin menyebar luaskan artikel ini di mohon untuk mencantumkan link sebagai Sumbernya, dan bila artikel ini bermanfaat silakan bookmark halaman ini diwebbroswer anda, dengan cara menekan Ctrl + D pada tombol keyboard anda.

Artikel terbaru :

Mas Sehat | Blog Tentang Kesehatan | Mas Sehat ~ Blog Tentang Kesehatan | www.mas-sehat.com

Artikel Terpopuler